Bens Money

Mengapa Kita Perlu Melakukan Investasi

Dalam perencanaan keuangan, investasi merupakan salah satu tahapan yang sangat penting. Apabila kita telah memiliki dana darurat dan asuransi untuk proteksi kesehatan dan jiwa, mungkin itu saat yang tepat untuk melakukan investasi.

Satu hal yang paling penting dalam melakukan investasi adalah waktu, mengingat waktu adalah teman terbaik dari investasi. Sebisa mungkin, investasi dilakukan sedari dini ketika kalian sudah sanggup untuk mengalokasikan pendapatan kalian untuk urusan ini.

Setidaknya terdapat 3 alasan mengapa kalian harus berinvestasi, yaitu:

Melindungi Aset Dari Inflasi

Untuk memberi sedikit gambaran mengenai apa itu inflasi, kita bisa mulai dengan perbandingan nilai uang seratus ribu rupiah. Berdasarkan data BPS , harga beras kualitas premium rata-rata di tahun 2013 (8 tahun yang lalu) sekitar Rp 7.000 rupiah, sedangkan di tahun 2021, harga beras yang sama berkisar di angka Rp 9.000 rupiah. Itu artinya dengan uang seratus ribu rupiah, kalian bisa mendapatkan sekitar 14kg beras di tahun 2013, sedangkan di tahun 2021, kalian hanya akan mendapatkan 11 kg beras.

Dengan berinvestasi, kita bisa tetap menjaga nilai “daya beli” kita dengan mencari produk investasi yang memilik tingkat return yang lebih besar dari rata-rata inflasi tahunan, khususnya di Indonesia. Secara sederhana, apabila kita ingin tetap mendapatkan 14kg beras seperti tahun 2013, maka kita harus mencari investasi yang dapat memberikan return sehingga uang kita menjadi Rp 126.000.

Photo by Pille R. Priske on Unsplash

Mencapai Tujuan Keuangan

Menyiapkan dana pendidikan, dana pensiun, atau bahkan dana untuk DP rumah adalah contoh-contoh tujuan keuangan. Dengan melakukan investasi, kita akan dapat semakin cepat untuk mencapai tujuan keuangan kita. Hal ini tentu saja bisa dibarengi dengan mencari pendapatan tambahan selain dari pekerjaan utama.

Sebagai contoh, misal setelah berhitung, kita butuh dana sekitar 1,2 Milyar rupiah untuk membeli rumah baru di daerah Bekasi. Apabila kita hanya menabung dan menyimpan uang kita di bank, maka apabila setiap bulan kita menabung 10 juta rupiah, maka mungkin kita butuh waktu 10 tahun untuk mencapai nilai 1,2Milyar rupiah.

Dengan berinvestasi, kita berpotensi untuk mengumpulkan 1,2 Milyar rupiah lebih cepat dari 10 tahun, atau jika dibalik, maka kita hanya perlu menyisihkan kurang dari 10 juta per bulan untuk bisa mengumpulkan dana 1,2 Milyar dalam 10 tahun ke depan. Hal ini karena berinvestasi, terutama di pasar modal, dapat memberikan return yang jauh lebih tinggi dari bunga tabungan bank. Kita ambil contoh dari hasil kalkulator situs Bareksa.com.

Untuk mengumpulkan dana sebesar 1,2 Milyar selama 10 tahun, kita ternyata hanya perlu menyisihkan kurang dari 6 juta rupiah setiap bulan dengan asumsi kita mencari produk investasi yang dapat memberikan return lebih dari 10 persen per tahun. Sumber : Bareksa.com

Membuat Hidup Lebih Terencana dan Aman

Jika kita telah memiliki tujuan keuangan yang jelas, serta telah memiliki rencana investasi yang jelas, maka kita bisa memiliki hidup yang lebih terencana dan aman. Kita tidak perlu khawatir dengan kenaikan harga sekolah anak ataupun kenaikan DP rumah karena kita sudah tahu dan memprediksi kebutuhan-kebutuhan keuangan apa saja yang ingin kita penuhi dalam jangka waktu 1 tahun, 5 tahun, atau bahkan 10 tahun hingga saat nanti kita memasuki usia pensiun.

Dengan investasi sedari dini, potensi kita untuk mendapatkan dan mencapai tujuan keuangan kita dapat lebih bisa tercapai, dalam waktu yang pastinya akan lebih pendek apabila dibandingkan dengan hanya menabung di bank saja. Satu hal yang perlu diperhatikan ketika membuat tujuan keuangan adalah kita harus mempertimbangkan inflasi tahunan, terutama misalnya inflasi rata-rata untuk setiap tujuan keuangan. Karena bisa saja, inflasi kenaikan harga rumah dalam 10 tahun ke depan berbeda dengan kenaikan harga biaya kuliah dalam 10 tahun ke depan. Kuncinya satu, riset.

Photo by Natalya Zaritskaya on Unsplash

Itu tadi 3 alasan penting mengapa kita harus melakukan investasi. Ingat selalu bahwa dalam memilih produk investasi, kita juga harus mempertimbangkan profil risiko kita. Karena ada istilah yang sangat terkenal yaitu “high risk, high return”. Jadi jika kita memilih produk investasi yang berpotensi memberikan return yang tinggi seperti saham atau crypto, maka kita pun harus bersiap-siap untuk menanggung kerugian. Namun semua ini bisa diatasi dengan manajemen keuangan yang baik serta terus-menerus belajar mendalam mengenai produk investasi yang dibeli.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *